TADABBURSURAH AL-ANFAL bagian ke 9 || Ust. AHMAD SYARIPUDIN, Lc., S.Pd.I., M.Pd.I.Follow akun sosial media kami :Instagram :

Surah Al-Anfal ini menjelaskan prinsip-prinsip keimanan dan problematika yang dihadapi Rasul Saw. terkait sahabat; generasi Islam pertama. Tujuh surat sebelumnya, hampir 9 juz, menjelaskan problematika dakwah para rasul sebelum Nabi Muhammad saw., sejak dari Nuh sampai Isa dalam menghadapi kaum mereka yang sulit sekali menerima kebenaran atau keesaan Allah. Di akhir surah Al-A’raf, dari ayat 184 baru Allah menceritakan kondisi dakwah Rasul di tengah kaum musyrikin Mekah. Ternyata, kondisi umat manusia dalam me-nerima dakwah para rasul itu sama saja. Ayat 1-8 menjelaskan beberapa hal Persoalan harta rampasan perang yang menjadi rebutan sebagian sahabat. Sistem pembagiannya murni ketentuan Allah. Menaatinya adalah bukti konkret keimanan. Ciri-ciri mukmin sejati ialah Bila disebut nama Allah bergetar hatinya, bila dibacakan Al-Qur’an, bertambah imannya, bertawakal pada Allah., menegakkan salat dan menginfakkan sebagiaan rezeki yang Allah berikan padanya. Imbalan keimanan yang benar adalah derajatnya terangkat di sisi Allah, mendapatkan ampunan dan surga di akhirat kelak. Sebagian kaum muslimin membenci berperang di jalan Allah waktu perang Badar, seakan digiring kepada kematian, karena rencana awalnya hanya mencegat sekelompok pedagang kafir Quraisy yang melintasi kawasan Badar. Mereka mendebat Rasulullah. Kehendak dan strategi kaum mukmin belum tentu sesuai dengan kehendak dan strategi Allah. Strategi kaum Mukmin seringkali terpengaruh kepentingan duniawi jangka pendek pragmatis. Sedangkan strategi Allah adalah fundamental dan jangka panjang. Standar nilai yang dipakai Allah adalah memenangkan yang hak dan melumpuhkan yang batil. Inilah jalan yang benar. Ayat 9-16 menjelaskan tiga perkara pokok dalam Islam yakni, peran doa dalam hidup, khususnya saat berjuang dan berperang, Allah memiliki cara sendiri memenangkan dakwah Islam dan etika berdakwah dan berperang di jalan Allah. Doa memiliki perang yang sangat besar dalam menghadapi berbagai cobaan dan ancaman dalam berjuang dan berperang di jalan Allah. Doa juga senjata kaum mukmin. Hal tersebut membuktikan bahwa kemenangan itu hanya dari Allah, bukan karena kehebatan kaum mukmin. Buktinya adalah perang Badar yang jumlah mereka saat itu hanya sekitar 300 lebih sedikit sedangkan kaum musyrikin 1000 orang lebih. Berkat doa Rasulullah, Perang Badar dimenangkan kaum muslimin. Maka, doa dan amal dua kewajiban yang harus dilakukan. Banyak cara Allah dalam memenangkan dakwah Islam kaum mukmin. Di antaranya dengan menurunkan bantuan melalui para malaikat-Nya, menidurkan mereka sehingga hati mereka tenang, menurunkan hujan, meneguhkan hati mereka dan menipukan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir sehingga orang-orang kafir itu mudah dikalahkan dan dibunuh. Demikian cara Allah untuk memberikan siksaan dan azab di dunia kepada kaum kafir. Salah satu etika berjuang dan berperang di jalan Allah adalah tidak boleh mundur atau lari saat berhadap–hadapan dengan musuh, kecuali berbelok untuk berperang dari arah lain, atau bergabung dengan kelompok mukmin yang lain. Lari atau mundur dari medan juang dan perang itu adalah dosa besar. Tafsir Al-Anfal Al-Anfal, ayat 1 Al-Anfal, ayat 2-4 Al-Anfal, ayat 5-8 Al-Anfal, ayat 9-10 Al-Anfal, ayat 11-14 Al-Anfal, ayat 15-16

KuliahBulanan, "Tadabbur Surah Al-Anfal" anjuran IKRAM Hulu Langat Definisi Tadabbur Tadabbur Menurut Bahasa Tadabbur berasal dari kata تَدَبَّرَ اْلأَمْرَ و َ فِيْهِ دَبَّرَهُ [1]. Artinya Tadabbaral Amra wa Fihi Dabbarahu. Sedangkan arti kata دَبَّرَialah دَبَّرَ اْلأَمْرَ و َ فِيْهِ سَاسَهُ و نَظَرَ فِى عَاقِبَتِهِ [2] Artinya Dabbaral Amra wa Fihi mengurus dan merenungkan kesudahan urusan itu … Tadabbur Menurut Istilah Terdapat beberapa definisi tadabbur dari ulama, di antaranya ialah Asy-Syaikh Ibnu Katsir Asy-Syaikh Ibnu Katsir mendefinisikan tadabbur sebagai berikut التَّدَبُّرُ هُوَ تَفَهُّمُ مَعَانِى أَلْفَاظِهِ ، وَ التَفَكُّرُ فِيْمَا تَدُلُّ عَلَيْهِ آيَاتُهُ مُطَابَقَةً ، وَ مَا دَخَلَ فِى ضَمْنِهَا ، وَ مَا لاَ يَتِمُّ تِلْكَ الْمَعَانِى إِلاَّ بِهِ ، مِمَّا لَمْ يَعْرُجِ اللَّفْظُ عَلَى ذِكْرِهِ مِنَ اْلإِشَارَاتِ و التَّنْبِيْهَاتِ ، وَ انْتِفَاعُ الْقَلْبِ بِذَلِكَ بِخُشُوْعِهِ عِنْدَ مَوَاعِظِهِ ، وَ خُضُوْعِهِ لأَوَامِرِهِ ، وَ أَخْذِ الْعِبْرَةِ مِنْهُ [3] Artinya Tadabbur ialah memahami makna lafal-lafal Al-Qur’an, dan memikirkan apa yang ayat-ayat Al-Qur’an tunjukkan tatkala tersusun, dan apa yang terkandung di dalamnya, serta apa yang menjadikan makna-makna Al-Qur’an itu sempurna, dari segala isyarat dan peringatan yang tidak tampak dalam lafal Al-Qur’an, serta pengambilan manfaat oleh hati dengan tunduk di hadapan nasehat-nasehat Al-Qur’an, patuh terhadap perintah-perintahnya, serta pengambilan ibrah darinya. Asy-Syaikh Abu Bakar Al-Ajiri Beliau mengatakan وَ تَدَبُّرُ آيَاتِهِ اِتِّبَاعُهُ وَ الْعَمَلُ بِعِلْمِهِ ، أَمَا وَاللهِ مَا هُوَ بِحِفْظِ حُرُوْفِهِ و َ إِضَاعَةُ حُدُوْدِهِ ، حَتَّى إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَقُوْلُ لَقَدْ قَرَأْتُ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فَمَا أَسْقَطْتُ مِنْهُ حَرْفًا ، وَ قَدْ وَاللهِ أَسْقَطَ كُلَّهُ ، مَا يُرَى لَهُ الْقُرْآنَ فِى خَلْقٍ وَ لاَ عَمَلٍ [4] Artinya Tadabbur ayat-ayat Al-Qur’an ialah mengikuti dan beramal dengan ilmu Al-Qur’an. Ketahuilah! Demi Allah, tadabbur bukanlah hanya menghafal huruf-huruf Al-Qur’an, akan tetapi menyia-nyiakan batas-batasnya, sehingga salah seorang dari mereka mengatakan Sungguh aku telah membaca Al-Qur’an seluruhnya, dan aku tidak melewati satu huruf pun. Padahal dia telah melewatkan seluruh Al-Qur’an. Tidak terlihat padanya Al-Qur’an, baik dalam tabiat maupun amalan. Asy-Syaikh Sholeh Fauzan Menurut Beliau, tadabbur adalah أَنْ نَتَفَكَّرَ فِي مَعَانِيْهَا وَ مَدْلُوْلاَتِهَا وَ أَسْرَارِهَا وَ أَخْبَارِهَا حَتَّى نَسْتَفِيْدَ مِنْهَا الْهِدَايَةَ وَنَسْتَفِيْدَ مِنْهَا خَشْيَةَ اللهِ سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى وَعِبَادَتَهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَنَعْرِفَ مَا نَأْتِي وَمَا نَتْرُكَ مِنَ اْلأَعْمَالِ وَ اْلأَقْوَالِ وَ الْمُعَامَلاَتِ وَغَيْرَ ذَلِكَ [5] Artinya Kita memikirkan makna ayat-ayat Al-Qu’ran, apa yang ditunjukkannya, rahasia serta berita yang terdapat dari ayat-ayat tersebut, sehingga kita dapat mendapatkan manfaat berupa hidayah, rasa takut kepada Allah, dan ibadah kepada Nya, dan kita tahu apa yang harus kita lakukan dan apa yang kita tinggalkan dari perbuatan, perkataan, interaksi sosial, dan yang lainnya. Ulama Kontemporer Mereka berpendapat التَّفَكُّرُ بِاسْتِخْدَامِ وَسَائِلِ التَّفْكِيْرِ وَ التَّسَاؤُلِ الْمَنْطِقِي لِلْوُصُوْلِ إِلَى مَعَانٍ جَدِيْدَةٍ ، يَحْتَمِلُهَا النَّصُّ الْقُرْآنِي وَفْقَ قَوَاعِدِ اللُّغَةِ الْعَرَبِيَّةِ ، وَ رَبْطَ الْجُمَلِ الْقُرْآنِيَّةِ بِبِعْضِهَا ، وَ رَبْطَ السُّوَرِ الْقُرْآنِيَّةِ بِبَعْضِهَا ، وَ إِضْفَاءَ تَسَاؤُلاَتٍ مُخْتَلِفَةٍ حَوْلَ هَذَا الرَّبْطِ [6] Artinya Berfikir dengan menggunakan seluruh kemampuan akal dan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang logis untuk mencapai pengertian yang baru, yang terkandung dalam nash Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, baik yang menghubungkan antara kalimat-kalimat di dalam Al-Qur’an, maupun yang menghubungkan antara surat-surat di dalam Al-Qur’an [1] Ibrahim Unais et al., Al-Mu’jamul Wasith, hlm. 269, kolom 2. [2] Ibrahim Unais et al., Al-Mu’jamul Wasith, hlm. 269, kolom 2. [3] Al-Ahdal, Ta’limu Tadabburil Qur’anil Karim, hlm. 11. [4] Al-Ahdal, Ta’limu Tadabburil Qur’anil Karim, hlm. 12. [5] Sholeh Fauzan, Tadabburul Qur’an, hlm. 13. [6] Al-Ahdal, Ta’limu Tadabburil Qur’anil Karim, hlm. 11. Tentang dulhayyi Pengajar Tata Buku dan Akuntansi 2013-2014 Pengajar Kajian Hadits di Islamic Center Sragen 2014 Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Iman Kerjo Karanganyar 2016 contact 08172838421
3 Allah memberi peringatan kepada orang kafir, mereka tidak dapat melarikan diri dan menyelamatkan diri mereka, sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan Allah SWT. ? Pengajaran. 1. Kita hendaklah bertegas dengan orang kafir supaya mereka tidak dapat mengambil kesempatan melawan Islam. 2.
فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 17. Maka sebenarnya bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha mendengar, Maha Mengetahui. ذَلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ18. Demikianlah karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu, dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir. إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ وَإِنْ تَنْتَهُوا فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَإِنْ تَعُودُوا نَعُدْ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ 19. Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti memusuhi Rasul, maka itulah lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali memberi pertolongan; dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlahnya pasukan banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang beriman. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ 20. Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar perintah-perintah-Nya. وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ 21. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang munafik yang berkata, “Kami mendengarkan,” padahal mereka tidak mendengarkan karena hati mereka mengingkarinya. إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ 22. Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu tidak mendengar dan memahami kebenaran yaitu orang-orang yang tidak mengerti. وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ23. Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. 361 Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ 24. Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu,362 dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ 2525. Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.———————-Catatan Kaki361. Pengandaian dalam ayat ini bukan berarti Allah tidak tahu, tetapi Allah Mahatahu bahwa pada mereka tidak ada Menyerumu berperang untuk meninggikan kalimat Allah dan menghidupkan Islam dan muslimin. Juga berarti menyerumu kepada iman, petunjuk, jihad, dan segala yang ada hubungannya dengan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.———————-TadabburAyat 17-19 menjelaskan bahwa hakikat yang membunuh dan memanah orang-orang kafir dalam perang adalah Allah. Tanpa Kehendak Allah, kaum mukmin tidak akan mampu berbuat apa-apa. Sedangkan pertempuran dengan musuh itu adalah cara Allah untuk menguji kaum mukmin dengan ujian yang baik. Pada waktu yang sama, pertempuran itu salah satu cara Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir. Saat memasuki Perang Badar, Abu Jahal dan pasukannya meminta kepada Allah untuk memutuskan perkara di antara mereka dan kaum Mukmin. Allah menjawabnya dengan membenturkan mereka dengan kaum mukmin sehingga keputusan Allah itu terjadi, yakni dengan memenangkan kaum mukmin. Pasukan yang banyak dan perlengkapan lengkap yang dimiliki kaum kafir tidak berguna di hadapan kaum mukmin yang dicintai 20-25 mengimbau kaum mukmin agar a Taat mutlak pada Allah dan Muhammad Jangan sekali-kali meninggalkan Al-Qur’an seperti yang dilakukan Bani Israil; mereka mendengar Taurat dibaca tapi tidak menaatinya. Orang yang tidak mau menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber sistem hidupnya adalah makhluk Allah yang paling buruk. Mereka sama dengan binatang; tidak bisa mendengar Al-Qur’an dan tidak bisa pula membacanya. c Memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya kepada kehidupan yang lebih baik dengan Al-Qur’an dan Islam dengan segala sistemnya, termasuk berperang di jalan Allah. Allah membatasi seseorang dengan hatinya. Jika mengambil Al-Qur’an, maka hatinya akan hidup dan jika meninggalkan Al-Qur’an, maka hatinya akan mati. Sebab itu, kaum mukmin harus mampu menjaga diri mereka dari azab dunia yang bukan menimpa orang-orang yang zalim saja. Ingatlah, Allah itu memilik siksaan yang amat pedih. al Anfal Page 2. 2. The final and major punishment for the Quraish was the Conquest of Makkah where they. didnt go after the Muslims, the Muslims came after them. This Conquest of Makkah and the final blow to Quraish is mentioned in the first verse of Surah. At Taubah where the humiliation of defeat and the Conquest إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ Inna sharrad dawaaabbi indal laahil lazeena kafaroo fahum laa yu’minoon English Translation Here you can read various translations of verse 55 Indeed, the worst of living creatures in the sight of Allah are those who have disbelieved, and they will not [ever] believe – Yusuf AliFor the worst of beasts in the sight of Allah are those who reject Him They will not believe. Abul Ala MaududiSurely the worst moving creatures in the sight of Allah are those who definitively denied the truth and are therefore in no way prepared to accept it; Muhsin KhanVerily, The worst of moving living creatures before Allah are those who disbelieve, – so they shall not believe. PickthallLo! the worst of beasts in Allah’s sight are the ungrateful who will not believe. Dr. GhaliSurely the evilest of beasts in the Meeting with Allah are the ones who have disbelieved, so they would not believe. Abdel HaleemThe worst creatures in the sight of God are those who reject Him and will not believe; Muhammad Junagarhiتمام جانداروں سے بدتر، اللہ کے نزدیک وه ہیں جو کفر کریں، پھر وه ایمان نہ ﻻئیں Quran 8 Verse 55 Explanation For those looking for commentary to help with the understanding of Surah Al-Anfal ayat 55, we’ve provided two Tafseer works below. The first is the tafseer of Abul Ala Maududi, the second is of Ibn Kathir. Ala-Maududi 855 Surely the worst moving creatures in the sight of Allah are those who definitively denied the truth and are therefore in no way prepared to accept it; There is no commentary by Abul Maududi available for this verse. Ibn-Kathir 55. Verily, the worst of living creatures before Allah are those who disbelieve, — so they shall not believe. 56. They are those with whom you made a covenant, but they break their covenant every time and they do not have Taqwa. 57. So if you gain the mastery over them in war, then disperse those who are behind them, so that they may learn a lesson. Striking Hard against Those Who disbelieve and break the Covenants Allah states here that the worst moving creatures on the face of the earth are those who disbelieve, who do not embrace the faith, and break promises whenever they make a covenant, even when they vow to keep them, ﴿وَهُمْ لاَ يَتَّقُونَ﴾ and they do not have Taqwa meaning they do not fear Allah regarding any of the sins they commit. ﴿فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِى الْحَرْبِ﴾ So if you gain the mastery over them in war, if you defeat them and have victory over them in war, ﴿فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ﴾ then disperse those who are behind them, by severely punishing ﴿the captured people﴾ according to Ibn `Abbas, Al-Hasan Al-Basri, Ad-Dahhak, As-Suddi, `Ata’ Al-Khurasani and Ibn `Uyaynah. This Ayah commands punishing them harshly and inflicting casualties on them. This way, other enemies, Arabs and non-Arabs, will be afraid and take a lesson from their end, ﴿لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ﴾ so that they may learn a lesson. As-Suddi commented, “They might be careful not to break treaties, so that they do not meet the same end.” Quick navigation links DownloadComplete Quran In Zip File Click Here To Download File Saud Al-shuraim Born in the year 1965, Dr Sheikh A full quran download abdul aziz al ahmed Download Complete Quran In Zip File Click Here To Download File Abdel Aziz Al Ahmed is a Saudi Qur’an reci Jan 23, 2014 - Amma Para - 30 Para 30th Juz of the Holy Quran in Persian script On the menu that drops down, click
Tadabbur is an Arabic word which means -To ponder, reflect and think. Table of Contents Linguistic meaning Islamic meaning Examples of Tadabbur Conditions for a person who wants to do Tadabbur of the Quran Qur’an The Fruits that one will gain from the Tadabbur Scholars view What is the ruling on deriving scientific proofs from the Quran? References Linguistic meaning Literally, it means to look into the consequence or the end result of the matters, e. g. if we did that what would happen to us. Islamic meaning Tadabbur, means pondering over the meaning of the verses of the Qur’an and contemplating them. It is not enough to learn the Qur’an and recite it profusely. But what is required from us is to understand the words and the meaning of the aayaath. To know the matter or the case or what the ayath says and this cannot be attained except by reading the Tafseer the interpretation, by heart or heedful mind and not by ears and eyes. Examples of Tadabbur Tadabbur is comprehensive and deep thinking and consideration in order to reach to a guidance or indications. For example, the word Rahmah Mercy indicates many things such as abundant knowledge, abundant provision if Allah Subhaanahu Wa Ta’aala bestowed upon you abundant provision this indicates a mercy from Him, if your manners have been refined and perfected by the Qur’an, then this is a mercy from Allah, you heard a story and took the admonition then this is a mercy, and so on… This is when you just think considerably in the word Rahmah Mercy. Accordingly, we say Tadabbur means the utmost understanding of the meaning of the words of Allah by reading the Tafseer, deep thinking and consideration over the meanings of the verse, accept its guidance fully and completely. Mould yourself according to its guidance. Take each passage of the revelation as addressed to you. Put yourself in the same state similar situation [ ask yourself whether you have gone through a similar situation or not]. After that comes acting upon it, putting it into practice and that would be by developing an inner response to the Ayah, and express it by praising Allah, seeking His forgiveness, etc. Kitab Al Fawa’id by Imam Ibn Al Qayyim Conditions for a person who wants to do Tadabbur of the Quran Knowledge of the language of Quran Arabic Tadabbur should follow the understanding/interpretation of the Pious Predecessors of the Ummah from the first three generations of Islam Duaa Supplication to Allah seeking Knowledge and Understanding of the Quran Qur’an Bear in mind that Tadabbur, pondering over the meanings of the aayaath of the Qur’an, is obligatory upon every Muslim reciting the Qur’an. The Qur’an itself emphasizes that mere reading or reciting of it is insufficient. One needs to reflect upon what one reads, and then act upon it. Allah said This is a Book the Quran which We have sent down to you, full of blessings that they may ponder over its aayaath, and that men of understanding may remember. Qur’an Surah Saad 3829 The Word used in the ayath is YADDABBARU. كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ Allah also said Then do they not reflect upon the Qur'an, or are there locks upon [their] hearts? Qur’an Surah Muhammad 4724 Allah said in Qur’an “Do they not then consider the Qur’an carefully? Had it been from other than Allah, they would surely have found therein much contradictions.” Qur’an Surah an-Nisa’ 482 أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللّهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ اخْتِلاَفاً كَثِيراً The Fruits that one will gain from the Tadabbur Guidance Through Tadabbur one can get the light with which he can distinguish between the right from wrong, the truth from falsehood, the guidance from astray, the lawful from the unlawful, etc.. Tadabbur will give the person a strength in his heart, happiness and joy. Allah Subhaanahu Wa Ta’aala attributed the Qur’an with Barakah, a Blessed Book. Only the person who ponders over the meanings of the aayaath will get this Barakah, and also the one who learned the Qur’an and acted upon it will get this Barakah. If one reads the Qur’an with understanding the meaning of the aayaath and with heedful heart, this will clear all the doubts, whispers and the diseases of the heart and peace and rest will be put instead into one’s heart. Also one’s faith will increase, because Allah Subhaanahu Wa Ta’aala said إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ “The believers are only those who, when Allah is mentioned, feel a fear in their hearts and when His Verses this Qur’an are recited unto them, they the Verses increase their Faith; and they put their trust in their Lord Alone.” Qur’an Surah al-Anfal 82 Another benefit that one can get from the Tadabbur is that the person will reach to the rank of certitude and knowledge that the Qur’an is the Word of Allah, because he will see that all the parts of the Qur’an affirm each other and agrees with each other. All the stories and news that are mentioned are repeated in many parts of the Qur’an, and all of them are confirming and agreeing with each other, there is no contradiction between them. Therefore, Allah Subhaanahu Wa Ta’aala said “Had it been from other than Allah, they would surely have found therein much contradictions.” Qur’an Surah Muminoon 2368 Scholars view Shaykhul Islaam Ibn Taymiyyahstates that he used to refer 100 interpretations of certain aayaath to reach a conclusion. Thereafter he used to make dua to Allah in his Sajdah “O Teacher of Ibraaheem! Teach me… And O Granter of Understanding to Sulaiman! Grant me understanding” Shaikh as-Sa’di Rahimahullaahsaid interpreting verse 82 of Surat an-Nisa’ as regard the statement of Allah Do they not think deeply in the Qur’an’ “Allah orders us to ponder over the verses of His Book which means detitation over its meaning and thinking deeply in its meaning. Tadabbur of the Book of Allah is the key with which opens for the person all the knowledge that he is seeking. Tadabbur guides one to all the good and with which the faith will increase. Through Tadabbur one knows His Lord, His perfect Attributes what He loves and what He hates. By Tadabbur one knows the way to Allah Subhaanahu Wa Ta’aala and the way to Paradise. He knows the qualities of the people of Paradise. Through Tadabbur one knows the way to Hell and the qualities of its people. Also one knows his own self and its characteristics. One knows the Halal and the Haram. As the person increases in Meditation over the verses of the Qur’an, as his knowledge will increase and acting upon this knowledge. Therefore, Allah Subhaanahu Wa Ta’aala commanded and encouraged us to make the Tadabbur. He Subhaanahu Wa Ta’aala informed us that the Tadabbur is the purpose behind revealing the Qur’an, and it is one of the conditions required for the recitation of the Qur’an. Accordingly the breasts will be opened and the hearts will be enlightened and it reaches with the slave to the degree of certainty.” [Tayseer al-Kareem] Ibn al-Qayyim Rahimahullaah pondered over the following ayath Quran Suarh Al-Baqarah 2216, he came up with seven benefits and wisdoms out of it وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ “And it may be that you dislike a thing which is good for you and that you like a thing which is bad for you. Allah knows but you do not know.” He concluded all these actions of the heart a. إيمان وتصديق, belief in Allah’s Word, to believe that Allah knows and I don’t know. b. Complete Tawheed , full authorization to Allah in all one’s affairs. c. Submission to Allah Subhaanahu Wa Ta’aala. d. Tawakkul, Complete reliance and putting trust in Allah. Whatever Allah Subhaanahu Wa Ta’aala has decreed for you is the best. e. Inaabah, to turn unto Allah in all our affairs and seek His Guidance for every matter. f. Rida, to be pleased and satisfied with what Allah Subhaanahu Wa Ta’aala has chosen for you [of husband, children, job, nationality, country, place, house, etc.] g. Hamd and Shukr, thanking Allah Subhaanahu Wa Ta’aala for the blessing that He has bestowed upon you. h. invoke Allah Subhaanahu Wa Ta’aala to keep you firm when you face any misfortune or calamity, and to grant you also patience. Eight acts of the heart, one can perform while sitting and pondering over this ayath. In this way, you have acted upon this verse. If you recited the Qur’an without Tadabbur, then you will be deprived from getting the fruit. The Qur’an should change our behavior and characters. [1] What is the ruling on deriving scientific proofs from the Quran? Indeed, there are many scientific facts mentioned in the Quran which was unknown to the world until very recently. So it is beyond doubt one of the miracles of the Quran. As Allah says in Surah Fussilat 4153the meaning of which can be translated as “We will show them Our signs In the universe, and In their ownselves, until it becomes manifest to them that This the Quran is the truth. is it not Sufficient In regard to Your Lord that He is a witness over All things?” But while trying to prove the scientific facts from the Quran the following things are to be kept in mind The Quran is not a science text Book. It was revealed to teach human being the correct Deen, concept of Tawheed Unique Oneness of Allah and the correct way of worshiping Allah. So this should be our main purpose of reading the Quran. Nowadays, we see many among the youth who read the Quran only to extract such scientific facts. This is a big mistake, since it goes against the primary purpose for which the Quran was revealed. This is a clear violation of the sanctity of the Quran. Proving scientific facts from the Quran is not a duty that Allah has imposed on us. However, ayath that clearly speak about the creation of human being and the embryonic development, the barrier between the seas and aayaath like these may be used for the purpose of doing Dawah. But what should be avoided is trying to challenge and claim that Quran has all the scientific facts and anything can be proved from the Quran, as some of the youth do today. They end up trying to give their own meanings and interpretations to the verses to keep their challenge. Science is not a stable/steady field. Scientists have differed over and over on the same issue through the decades and centuries. So what Science states today may be possibly disproved tomorrow by the same science through new scientists and experiments. So it is not for us to exert ourselves too much into this to the level that we try to prove that something is matching with scientific facts today whereas, scientists go on and change their opinion in the near future. This might turn out to be a wasted effort and unnecessary claim, which Allah has not made us answerable for. [2] References [1] Kitab Al Fawa’id by Imam Ibn Al Qayyim, [2]
MUNASABAHSURAH DENGAN SURAH SEBELUM (AL-A’RAAF) Al-A’raf memaparkan perjuangan Nabi Musa a.s. sehingga berjaya membenam Firaun, al-Anfal pula memaparkan perjuangan Rasulullah SAW dengan panjang lebar ketika membenam Abu Jahal di Badar • Al-A’raaf paparkan kekalahan jin kafir semasa zaman Celik Tafsir Memahami Al-Quran, pedoman sepanjang zaman… TadabburQS.Al-Anfal 1-8 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ 1.
وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُ إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ 34. Dan mengapa Allah tidak menghukum mereka padahal mereka menghalang-halangi orang untuk mendatangi Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang yang berhak menguasainya, hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ 35. Dan shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka, rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ 36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi orang dari jalan Allah. Mereka akan terus menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ 37. agar Allah memisahkan golongan yang buruk dari yang baik dan menjadikan golongan yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi. قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ 38. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu Abu Sufyan dan kawan-kawannya, “Jika mereka berhenti dari kekafirannya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi memerangi Nabi, sungguh, berlaku kepada mereka sunnah Allah terhadap orang-orang dahulu dibinasakan.” وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ 39. Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti dari kekafiran, maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ 40. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.———————-TadabburAyat 34-40 masih menjelaskan perjuangan Rasulullah dalam menghadapi berbagai hambatan dari orang-orang kafir Mekah. Allah mengazab mereka karena mereka menghalangi kaum mukmin dari beribadah di masjidil haram. Shalat yang mereka lakukan di sekitar Ka’bah itu hanya bersiul dan tepuk tangan saja. Mereka akan merasakan azab yang pedih disebabkan kekafiran di lapangan sepanjang sejarah menunjukkan bahwa orang-orang kafir itu membelanjakan harta mereka untuk menghalangi manusia dari jalan Allah. Pada akhirnya mereka akan menyesal dan akan dikalahkan, kemudian mereka akan dikumpulkan semuanya dalam neraka jahanam. Dimasukkannya orang-orang kafir itu ke dalam neraka karena Allah hendak memisahkan antara golongan yang buruk dengan yang baik. Golongan yang buruk itu Allah masukkan ke dalam neraka dengan bertumpuk-tumpuk di antara mereka. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang meminta Nabi Muhammad mengultimatum orang-orang kafir agar mereka berhenti memerangi Rasulullah Saw., Islam, dan kaum Mukmin. Kalau mereka berhenti dan masuk Islam, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka. Kalau mereka tetap bertekad memerangi Rasulullah Saw., Al-Qur’an, Islam, dan umat Islam, maka Allah akan menerapkan sistem-Nya yang berlaku seperti yang terjadi pada umat-umat yang durhaka di masa itu, Allah memerintahkan Rasul Muhammad Saw. dan kaum mukmin untuk memerangi orang-orang kafir agar tidak terjadi lagi kejahatan terhadap Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin dan agar dīn itu sistem hidup manusia itu semuanya dikembalikan kepada agama Allah, yakni Islam. Jika orang-orang kafir itu berhenti memerangi kaum muslimin, maka Allah melihat apa yang telah sedang dan yang akan terjadi. Namun, jika mereka tetap memerangi Allah, Rasul Saw., dan kaum Mukmin, ketahuilah sesungguhnya Allah adalah Pelindung kaum mukmin. Allah adalah sebaik-baik Pelindung dan buktikan janji-Nya. Keperkasaan kaum kafir Quraisy kandas saat Perang Badar yang diceritakan Alllah dalam surah Al-Anfal ini. Sejak itu, kafir Quraisy lemah dan hina.
.
  • aecw6qm75v.pages.dev/157
  • aecw6qm75v.pages.dev/362
  • aecw6qm75v.pages.dev/346
  • aecw6qm75v.pages.dev/20
  • aecw6qm75v.pages.dev/180
  • aecw6qm75v.pages.dev/61
  • aecw6qm75v.pages.dev/223
  • aecw6qm75v.pages.dev/209
  • aecw6qm75v.pages.dev/126
  • tadabbur surah al anfal